Cara Menguatkan Otot Panggul dengan Kegel


Senam kegel sering dikaitkan dengan seksual wanita. Pendapat ini tidak seluruhnya benar. Fokus pada senam kegel memang area kewanitaan, seperti otot seputar vagina, panggul dan perut. Namun, tak hanya soal seks, senam kegel juga dapat mencegah keluhan kesehatan lainnya, salah satunya adalah kebocoran air seni, serta masalah kesehatan di sekitar panggul lainnya. 

Bagi wanita, panggul merupakan area yang penting, karena mempunyai kerja penting untuk menopang rahim, kandung kemih, usus kecil dan anus wanita. Kegel merupakan jenis olahraga khusus daerah panggul yang efektif, gerakannya mudah, dan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Gerakan dari senam kegel sendiri hanya terdiri dari kontraksi dan relaksasi yang dilakukan secara bergantian pada otot dasar panggul Anda.

Latihan kegel perlu dilakukan karena seiring dengan berjalannya waktu, wanita yang telah melalui kehamilan, persalinan, operasi, proses penuaan dan kondisi kelebihan berat badan, otot-otot panggulnya  akan melemah. Terutama pada Anda yang memiliki beberapa beberapa kondisi berikut, disarankan untuk melakukan senam kegel: 

1. Mengalami kebocoran air seni saat sedang bersin, tertawa maupun batuk.
2. Memiliki dorongan yang kuat dan mendadak untuk buang air kecil bahkan setelah baru saja buang air kecil dalam jumlah yang banyak, atau kondisi yang disebut sebagai urinary continence.
3. Mengalami ketidakmampuan menahan dorongan untuk buang air besar.

Latihan Kegel yang sekarang sudah ada alat terapinya dapat dilakukan oleh wanita hamil,  kapan saja, selama atau sesudah persalinan untuk menghindari kondisi urinary incontinence. Selain itu, senam kegel juga baik dilakukan oleh para wanita yang mengalami masalah mencapai orgasme. 

Meski demikian, pada kondisi urinary continence yang sudah serius sehingga air seni yang dikeluarkan banyak saat sedang bersin, batuk maupun tertawa dengan kondisi kandung kemih penuh, senam Kegel mungkin tidak akan terlalu efektif. 

Untuk melakukan kegel, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

1. Menemukan otot-otot yang tepat untuk melakukan kontraksi dan relaksasi. 
Untuk menemukan otot panggul yang harus dilatih, cobalah tes dengan menghentikan aliran air seni saat sedang buang air kecil. Jika Anda berhasil menahan aliran air seni, maka itulah otot yang harus dikontraksi dan dilepaskan dalam senam Kegel.

2.Kosongkan kandung kemih dan cobalah melatih otot tersebut dengan berbaring telentang. Kontraksikan otot panggul dengan mengencangkan, menahan selama lima detik kemudian rileks selama lima detik. Lakukan sebanyak empat hingga lima kali berturut-turut. Perlahan namun pasti tambahkan hitungan hingga mencapai 10 detik sekali set kontraksi-relaksasi. 

3.Jangan ikut mengontraksi otot-otot perut, paha maupun bokong dan konsentrasilah hanya pada otot-otot panggul. 
Jangan menahan napas dan bernapaslah seperti biasanya selama melakukan senam Kegel.

4.Ulangi senam Kegel setidaknya tiga kali dalam sehari yang masing-masing terdiri dari 10 kali kontraksi otot. 
Usahakan untuk melakukan senam kegel saat kandung kemih sedang dalam keadaan kosong agar Anda tidak perlu menahan aliran air seni. Karena lama-kelamaan hal ini malah akan membuat otot panggul melemah dan membuat kandung kemih tidak dapat dikosongkan secara sempurna. Alhasil, dapat terjadi infeksi saluran kencing.
Previous
Next Post »